Himbauan Muhammadiyah : Hendaknya Semua Pihak Menahan Diri Dan Menghentikan Kekerasan

Himbauan Muhammadiyah : Hendaknya Semua Pihak Menahan Diri Dan Menghentikan Kekerasan

Kediri, 31 Agustus 2025

PERNYATAAN PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH TERKAIT AKSI MASSA, SERUAN DIALOG DAN KEDAMAIAN 

Nomor: 20/PER/I.0/I/2025

Mencermati situasi dan kondisi yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah yang diwarnai dengan aksi massa dan kekerasan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan sebagai berikut :

1. Kami turut berdukacita atas meninggalnya saudara kita, Affan Kurniawan, dalam peristiwa unjuk rasa massa pada hari Kamis malam (28/8) di Jakarta. Semoga almarhum mendapat balasan terbaik disisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan dapat menghadapi dengan sabar, memperoleh keadilan yang semestinya,  serta  tersantuni dengan sebaik-baiknya. Kami mengharapkan para korban yang menderita luka-luka dalam aksi unjuk rasa tersebut agar segera pulih. Kami juga ikut berempati kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang menuntut keadilan untuk almarhum Affan.

2. Semua pihak hendaknya menahan diri dan menghentikan semua bentuk tindak kekerasan yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Semua pihak hendaknya mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebagai fondasi dan modal membangun Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, bermartabat, adil, makmur, dan sejahtera. Mari kita bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi.

3. Agar para elit politik, para pejabat negara, anggota legislatif, dan para pengambil kebijakan lebih sensitif terhadap aspirasi masyarakat dengan perilaku yang santun, kesederhanaan, dan kepedulian yang tinggi kepada masyarakat. Kami meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat. Publik membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, terutama para wakil rakyat yang telah diberikan mandat dengan tulus.

4. Kami mendukung komitmen positif Bapak Kapolri untuk mengusut tuntas dan melakukan proses hukum yang seadil-adilnya atas peristiwa meninggalnya Almarhum Affan yang disebabkan tindakan berlebihan dari aparat kepolisian di lapangan. Aparatur keamanan hendaknya lebih mengutamakan cara dan pendekatan yang persuasif dengan dialog dan cara-cara non-kekerasan sebagai wujud dari sikap kepolisian untuk masyarakat.

5. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya peserta aksi unjuk rasa, untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam menyampaikan pendapat dan tuntutan. Kita semua harus menahan diri dan bersikap bijak, jangan terprovokasi isu-isu yang bersifat destruktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, khususnya yang berasal dari media sosial yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat hendaknya arif dan cerdas dalam menyikapi informasi dengan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang atau kepada para tokoh panutan yang dapat memandu dan memberikan informasi yang mencerahkan.

6. Kami percaya pada komitmen Bapak Presiden Prabowo untuk mendengar aspirasi publik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat kelas bawah dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor sebagai perwujudan menjalankan amanat konstitusi. Negeri ini memerlukan soliditas dan persatuan yang kokoh di tengah berbagai agenda dan masalah strategis nasional yang berat maupun situasi dunia yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Sejauh ini Indonesia telah mendapatkan karunia kedamaian dan stabilitas nasional yang baik ketika bangsa-bangsa lain dilanda konflik politik dan peperangan. Mari kita jaga kondisi yang positif ini dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya demi kelangsungan Indonesia Raya yang bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana spirit 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan Lengkapnya dapat diunduh di sini

Sumber gambar dan video: Channel youtube tvMu
Sumber berita: https://muhammadiyah.or.id/2025/08/pernyataan-pimpinan-pusat-muhammadiyah-terkait-aksi-massa-seruan-dialog-dan-kedamaian/

PDA Kota Kediri Resmi Kukuhkan Empat Bidang Strategis: BIKKSA, BAKESSOS, ISWARA dan POSBAKUM

Kediri, 3 Agustus 2025 — Dalam langkah besar memperkuat struktur dan ekosistem pemberdayaan perempuan serta masyarakat, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Kediri secara resmi membentuk dan melantik empat bidang strategis dalam satu rangkaian acara yang khidmat. Bertempat di Aula Satu Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, Ahad (3/8/2025), kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus ‘Aisyiyah se-Kota Kediri.

Empat bidang yang baru dibentuk tersebut adalah:

  • BIKKSA (Bina Keluarga Sakinah)
  • BAKESSOS (Balai Kesejahteraan Sosial)
  • ISWARA (Ikatan Saudagar ‘Aisyiyah)
  • POSBAKUM (Pos Bantuan Hukum)

Pelantikan dan pengukuhan para ketua beserta jajaran pengurus masing-masing bidang dilakukan secara simbolis oleh Ibu Shoimah Budiyati, Ketua PDA Kota Kediri, sebagai wujud komitmen organisasi dalam memperluas dampak dakwah sosial di era kontemporer.

Dalam sambutannya, Ibu Shoimah menyampaikan harapan agar keberadaan bidang-bidang baru ini dapat menjadi garda depan dalam menjalankan visi dan misi PDA Kota Kediri.

“Semoga bidang-bidang yang kita bentuk hari ini tidak hanya menjadi nama semata, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Mari kita jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar bidang, profesionalisme, dan konsistensi dalam menjalankan program kerja. “Sebuah organisasi kuat bukan karena jumlah pengurusnya, tapi karena kualitas aksi dan ketulusan niat. Semoga setiap langkah kita diridhai Allah SWT,” tambahnya.

Adapun para ketua yang dikukuhkan untuk periode ini adalah:

  • Hidayatin Nasikah – Ketua BIKKSA
  • Dra. Nur Khafidloh – Ketua BAKESSOS
  • Yuli Setyowati – Ketua ISWARA
  • Budhi Utami – Ketua POSBAKUM

Masing-masing bidang memiliki fokus tugas yang spesifik namun saling melengkapi:

  • BIKKSA akan fokus pada penguatan keluarga sakinah melalui edukasi pra-nikah, parenting, dan pendampingan rumah tangga.
  • BAKESSOS bertugas mengelola program kesejahteraan sosial seperti santunan, bantuan korban bencana, dan pemberdayaan ekonomi warga kurang mampu.
  • ISWARA menjadi wadah pemberdayaan ekonomi perempuan ‘Aisyiyah melalui pengembangan usaha mikro, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan.
  • POSBAKUM hadir sebagai layanan publik gratis untuk memberikan pendampingan hukum kepada perempuan, anak, dan masyarakat marjinal.

Acara yang diwarnai nuansa kekeluargaan dan semangat gotong royong ini diharapkan menjadi awal dari geliat baru gerakan ‘Aisyiyah di Kota Kediri—lebih inklusif, responsif, dan berkemajuan.

“Ini bukan puncak, tapi awal perjalanan. Mari kita isi dengan kerja nyata,” tutup Ibu Shoimah. (mLs)