PDA Kota Kediri Resmi Kukuhkan Empat Bidang Strategis: BIKKSA, BAKESSOS, ISWARA dan POSBAKUM

Kediri, 3 Agustus 2025 — Dalam langkah besar memperkuat struktur dan ekosistem pemberdayaan perempuan serta masyarakat, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Kediri secara resmi membentuk dan melantik empat bidang strategis dalam satu rangkaian acara yang khidmat. Bertempat di Aula Satu Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, Ahad (3/8/2025), kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus ‘Aisyiyah se-Kota Kediri.

Empat bidang yang baru dibentuk tersebut adalah:

  • BIKKSA (Bina Keluarga Sakinah)
  • BAKESSOS (Balai Kesejahteraan Sosial)
  • ISWARA (Ikatan Saudagar ‘Aisyiyah)
  • POSBAKUM (Pos Bantuan Hukum)

Pelantikan dan pengukuhan para ketua beserta jajaran pengurus masing-masing bidang dilakukan secara simbolis oleh Ibu Shoimah Budiyati, Ketua PDA Kota Kediri, sebagai wujud komitmen organisasi dalam memperluas dampak dakwah sosial di era kontemporer.

Dalam sambutannya, Ibu Shoimah menyampaikan harapan agar keberadaan bidang-bidang baru ini dapat menjadi garda depan dalam menjalankan visi dan misi PDA Kota Kediri.

“Semoga bidang-bidang yang kita bentuk hari ini tidak hanya menjadi nama semata, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Mari kita jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar bidang, profesionalisme, dan konsistensi dalam menjalankan program kerja. “Sebuah organisasi kuat bukan karena jumlah pengurusnya, tapi karena kualitas aksi dan ketulusan niat. Semoga setiap langkah kita diridhai Allah SWT,” tambahnya.

Adapun para ketua yang dikukuhkan untuk periode ini adalah:

  • Hidayatin Nasikah – Ketua BIKKSA
  • Dra. Nur Khafidloh – Ketua BAKESSOS
  • Yuli Setyowati – Ketua ISWARA
  • Budhi Utami – Ketua POSBAKUM

Masing-masing bidang memiliki fokus tugas yang spesifik namun saling melengkapi:

  • BIKKSA akan fokus pada penguatan keluarga sakinah melalui edukasi pra-nikah, parenting, dan pendampingan rumah tangga.
  • BAKESSOS bertugas mengelola program kesejahteraan sosial seperti santunan, bantuan korban bencana, dan pemberdayaan ekonomi warga kurang mampu.
  • ISWARA menjadi wadah pemberdayaan ekonomi perempuan ‘Aisyiyah melalui pengembangan usaha mikro, jaringan bisnis, dan pelatihan kewirausahaan.
  • POSBAKUM hadir sebagai layanan publik gratis untuk memberikan pendampingan hukum kepada perempuan, anak, dan masyarakat marjinal.

Acara yang diwarnai nuansa kekeluargaan dan semangat gotong royong ini diharapkan menjadi awal dari geliat baru gerakan ‘Aisyiyah di Kota Kediri—lebih inklusif, responsif, dan berkemajuan.

“Ini bukan puncak, tapi awal perjalanan. Mari kita isi dengan kerja nyata,” tutup Ibu Shoimah. (mLs)

Leave Comments