Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri mengucapkan Marhaban ya Ramadhan 1447 H / 2026 M, dan memberi himbauan untuk tetap menjaga lingkungan semasa ramadhan kepada masyarakat khususnya di Kota Kediri.
Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai acara puncak dari seluruh rangkaian peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah, pada Ahad (14/12/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Ki Bagus Hadi Kusumo dan Aula Lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, dengan dihadiri ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Resepsi Milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini dihadiri oleh jajaran PDM Kota Kediri, seluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), PCM dan PRM se-Kota Kediri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah beserta PCA dan PRA nya, dan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di Kota Kediri.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, yang menambah nuansa nasionalisme dan kebanggaan terhadap persyarikatan.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Kediri H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah sangat relevan dengan jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang tidak hanya bergerak dalam dakwah Islam, tetapi juga aktif dalam bidang sosial, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Foto oleh Joko Darmono
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qashash ayat 77 yang menekankan keseimbangan antara orientasi akhirat dan tanggung jawab dunia, serta pentingnya berbuat kebaikan dan menjauhi kerusakan. Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bagi Muhammadiyah untuk terus berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
“Momentum Milad ini mari kita jadikan sebagai tonggak untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas dakwah, serta terus memajukan kesejahteraan bangsa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PDM Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Kediri ini.
Foto oleh Joko Darmono
Resepsi Milad semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan AMM. Dalam kajian bertajuk “Peran Kader Muhammadiyah dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, ia mengajak seluruh kader untuk terus berperan aktif, adaptif dan solutif dalam menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan umat.
Foto oleh Joko Darmono
Ketahui lebih dalam kajian nya di video berikut:
Video oleh Islah Alyaubi
Sebagai penutup, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba-lomba Milad ke-113 Muhammadiyah yang telah diselenggarakan sebelumnya, menambah semarak dan kebahagiaan seluruh peserta.
Foto oleh Joko Darmono
Dengan suasana aula GDM yang representatif dan nyaman, Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri menjadi peneguh komitmen bersama untuk terus menggerakkan dakwah berkemajuan dan memperluas kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa. (mLs)
Kediri — Pengurus dan simpatisan Muhammadiyah Kota Kediri tumpah ruah mengikuti Kirab Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini menjadi sarana dakwah kreatif dan sosialisasi Muhammadiyah kepada masyarakat luas.
Foto oleh Joko Darmono
Kirab dimulai dari Komplek Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri pada pagi hari dengan cuaca cerah yang mendukung jalannya kegiatan. Peserta kirab berasal dari berbagai unsur persyarikatan, mulai dari PDM Kota Kediri, seluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari majelis dan lembaga, hingga seluruh organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah di Kota Kediri turut ambil bagian, yaitu Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Kota Kediri. Tidak kalah semarak, seluruh guru dan murid dari sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai TK ABA 1 hingga 10, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, hingga SMK Muhammadiyah 1 dan 2—ikut memeriahkan kirab tersebut, dan begitu pula seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya yang di Kota Kediri.
Rute kirab menempuh perjalanan dari Komplek Perguruan Muhammadiyah, melewati Jalan Penanggungan ke arah selatan, masuk Gang 2 Bandar Lor, tembus ke Jalan KH. Wachid Hasyim, kemudian bergerak ke utara hingga Pasar Bandar Lor dan Polresta Kediri. Rombongan selanjutnya melewati Taman Sekartaji, masuk ke Jalan Veteran terus bergerak ke barat hingga perempatan Veteran, lalu berbelok ke selatan untuk kembali ke titik awal di Komplek Perguruan Muhammadiyah.
Foto oleh Joko Darmono
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan kirab ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus sebagai bentuk dakwah tanpa mimbar. Melalui kirab, Muhammadiyah Kota Kediri ingin lebih dekat dengan masyarakat, memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menunjukkan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebangsaan.
Sepanjang kirab, masing-masing kelompok peserta tampil kreatif dengan mengenakan berbagai atribut, kostum tematik, serta menghias kendaraan mereka dengan beragam ornamen menarik. Keunikan dan kekompakan setiap kelompok dinilai oleh panitia untuk menentukan peserta terbaik.
Setelah kirab selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan bakat dan kemampuan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah yang menampilkan berbagai kesenian sebagai hiburan bagi peserta dan masyarakat. Di akhir kegiatan, panitia langsung mengumumkan kelompok-kelompok pemenang kirab terbaik, disambut antusias oleh seluruh peserta.
Foto oleh Joko Darmono
Melalui kegiatan ini, PDM Kota Kediri menegaskan bahwa peringatan Milad Muhammadiyah bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi media dakwah yang membumi dan menyenangkan. Sejalan dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, kirab ini menjadi simbol gerakan Muhammadiyah yang terus hadir di tengah masyarakat, menyebarkan pesan kebaikan, persatuan dan kemajuan dengan cara yang kreatif dan inklusif. (mLs)
Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Apel Milad ke-113 Muhammadiyah di Lapangan SMP Muhammadiyah Kota Kediri, Selasa (18/11/2025). Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, apel ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan semangat berkemajuan seluruh elemen Muhammadiyah di Kota Kediri.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur persyarikatan. Hadir jajaran PDM, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari berbagai Majelis dan Lembaga, tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)—PCM Kota, PCM Mojoroto, dan PCM Pesantren—serta seluruh organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.
Organisasi otonom yang turut ambil bagian antara lain Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Kediri, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), serta seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang di Kota Kediri.
Selain itu seluruh guru dan siswa dari sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Kota Kediri—turut ikut serta memeriahkan apel Milad ini.
Foto oleh Joko Darmono
Apel dipimpin langsung oleh Ketua PDM Kota Kediri, H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I., yang bertindak sebagai inspektur apel, dengan Ramanda Paijan dari HW sebagai komandan apel. Rangkaian apel berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, sambutan inspektur apel, hingga penutupan.
Foto oleh Joko Darmono
Dalam sambutannya Ketua PDM menegaskan bahwa tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata bagi seluruh elemen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan negara.
Muhammadiyah Kota Kediri harus terus memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kader, dan organisasi otonom diharapkan semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman.
“Di usia ke-113 tahun ini, Muhammadiyah dituntut untuk terus hadir memberikan solusi, memajukan kesejahteraan bangsa melalui kerja nyata, serta menjaga komitmen dakwah Islam berkemajuan yang rahmatan lil ‘alamin”.
Foto oleh Joko Darmono
Apel Milad ke-113 Muhammadiyah berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, cuaca yang bersahabat semakin menambah kekhidmatan acara, menjadikan apel ini sebagai simbol kesiapan Muhammadiyah Kota Kediri untuk terus bergerak maju dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. (mLs)
Trenggalek — Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar kegiatan Bakti Sosial di Rest Area Bukit Salam, kawasan hutan Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 orang yang tergabung dalam berbagai unsur Muhammadiyah Kota Kediri, yakni para anggota PDM, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB), Lembaga Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSM-AD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Hizbul Wathan (HW).
Foto oleh Panitia
Dalam bakti sosial tersebut, tim Muhammadiyah membagikan bantuan sosial berupa pakaian layak pakai dan peralatan rumah tangga, serta makanan dan minuman kepada masyarakat yang singgah dan melintas di kawasan Rest Area Bukit Salam. Sasaran penerima manfaat adalah masyarakat umum yang sedang melakukan perjalanan melalui jalur Watulimo menuju berbagai daerah tujuan. Puluhan warga tampak antusias menerima bantuan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, dengan dukungan cuaca yang bersahabat.
Panitia kegiatan menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata implementasi tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan manfaat langsung. Inilah dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata—yang mudah diterima dan dirasakan oleh masyarakat.”
Foto oleh Panitia
Pemilihan Rest Area Bukit Salam Watulimo sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Kawasan ini merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang ekonomi yang berkembang sebagai simbol kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Trenggalek. Berawal dari gagasan tujuh tokoh penggerak Muhammadiyah Watulimo, Bukit Salam kini menjadi ruang ekonomi umat yang berbasis nilai Islam, inklusif, dan berkelanjutan.
Saat ini lebih dari 25 pelaku UMKM aktif menjalankan usaha di kawasan Bukit Salam, mulai dari kuliner lokal, kerajinan tangan, produk herbal dan pertanian organik, hingga wisata edukatif. Aktivitas ekonomi tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga disertai pembinaan spiritual, etika berdagang dan semangat berkolaborasi.
Kehadiran PDM Kota Kediri dalam kegiatan bakti sosial di Bukit Salam sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan dan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi umat dan pelayanan sosial yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah ini, PDM Kota Kediri berharap nilai-nilai kepedulian, kemandirian dan kebermanfaatan sosial semakin mengakar, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dakwah dapat diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan bangsa. (mLs)