Klinik Ar Fachrudin Rutin Gelar Pemeriksaan & Penyuluhan Kesehatan dalam Program Dana Sehat Sekolah

Klinik Ar Fachrudin Rutin Gelar Pemeriksaan & Penyuluhan Kesehatan dalam Program Dana Sehat Sekolah

Kediri 11 September 2025 — Dalam rangka mendukung kesehatan peserta didik, Klinik Ar Fachrudin Kota Kediri secara rutin melaksanakan kegiatan kunjungan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan ke sejumlah sekolah mitra. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Dana Sehat Sekolah yang telah berjalan bekerja sama dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kota Kediri.

Setiap tiga bulan sekali, tim medis dari Klinik Ar Fachrudin—terdiri dari dokter umum dan dokter gigi—melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, skrining gigi dan mulut, serta edukasi pentingnya hidup bersih, perawatan gigi, dan pola hidup sehat bagi siswa.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh kepedulian ini tidak hanya bertujuan mendeteksi dini masalah kesehatan, tetapi juga membentuk kesadaran sejak dini agar anak-anak tumbuh sebagai generasi yang sehat, ceria, dan produktif.

“Semoga program ini terus berjalan secara berkelanjutan dan membawa manfaat luas bagi kemajuan dan kesejahteraan umat,” ujar pihak klinik. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Dengan semangat dari kita untuk kita, Klinik Ar Fachrudin berkomitmen menjadi mitra utama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan peduli. (mLs)

Klinik Ar Fachrudin Luncurkan Program Kesehatan Sekolah, Bentuk Generasi Muda yang Sehat dan Berkualitas

Kediri, 6-9 September 2025 — Dalam upaya mendukung tumbuh kembang anak yang optimal, Klinik Ar Fachrudin Kota Kediri secara resmi meluncurkan Program Kesehatan Sekolah, sebuah inisiatif strategis yang ditujukan untuk memastikan kesejahteraan fisik dan mental peserta didik di lingkungan sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Kediri.

Program ini merupakan bentuk komitmen nyata dari Klinik Ar Fachrudin dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, kuat, dan berkualitas. “Ini program dari kita, untuk kita,” ujar drg. Anis Khoirin Hayati, Wakil Pimpinan Klinik Ar Fachrudin, saat ditemui usai penandatanganan kerja sama.

“Dengan menggunakan dana kesehatan sekolah, kami ingin memastikan bahwa layanan kesehatan bagi anak-anak pelajar dapat terjangkau, terstruktur, dan berkelanjutan. Karena masa depan umat dimulai dari kesehatan anak-anak hari ini,” tambahnya.

Peluncuran program ini ditandai dengan serangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga institusi pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Kota Kediri:

  1. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pesantren – untuk SD Muhammadiyah, ditandatangani pada 6 September 2025.
  2. Majelis PAUDDASMEN Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Kediri – mencakup TK ABA I hingga X, disepakati pada 7 September 2025.
  3. Majelis DIKDASMEN Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesantren – untuk jenjang SMP, SMA, SMK 1 dan 2 Muhammadiyah Kota Kediri, ditandatangani pada 9 September 2025.

Melalui kerja sama ini, Klinik Ar Fachrudin akan menyediakan layanan kesehatan rutin seperti pemeriksaan kesehatan berkala, skrining gigi dan mulut, imunisasi, edukasi kesehatan remaja, serta penanganan kasus ringan di lingkungan sekolah. Selain itu, klinik juga akan memberikan pelatihan kepada guru dan tenaga kependidikan dalam deteksi dini masalah kesehatan siswa.

“Kami percaya bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu, tapi juga harus menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan. Dengan kolaborasi ini, harapannya tidak ada lagi siswa yang absen karena masalah kesehatan yang bisa dicegah,” jelas drg. Anis.

Program Kesehatan Sekolah ini juga menjadi bagian dari visi lebih besar Klinik Ar Fachrudin sebagai fasilitas kesehatan yang tidak hanya melayani, tetapi juga turut serta dalam pembangunan kesehatan komunitas secara preventif dan edukatif. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Klinik Ar Fachrudin menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah menjaga kesehatan anak-anak sejak dini—karena generasi sehat adalah pondasi umat yang kuat dan berkah. (mLs)

‎Keteguhan Hati dalam Mencari Rezeki: Cermin Keimanan Seorang Muslim

Oleh: Chandra Aditya
(Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Kediri)


‎Saudara ku di sebuah sudut SPBU, terlihat seorang bapak tua duduk sederhana dengan topi hitamnya. Di tangannya tergenggam sebuah keranjang berisi pisang rebus dan tahu goreng  yang ia jual. Di usianya yang sudah renta, ia tetap berusaha mencari rezeki dengan keringat sendiri, tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Pemandangan ini sesungguhnya menyimpan pesan besar tentang makna hidup untuk diri kita.


‎Mencari Rezeki Halal

‎‎Islam menjadikan cara mencari rezeki yang halal sebagai bagian dari ibadah. Bahkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menyatakan “Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri. Dan sungguh Nabi Dawud makan dari hasil usahanya sendiri”. (Hadist Riwayat Bukhari)

‎‎Oleh karena itu kita melihat betapa mulianya seseorang yang meskipun sudah tua, tetap memilih jalan yang halal, sekalipun hasilnya tidak seberapa. Tidak ada keraguan bahwa usaha kecil yang dilakukan dengan hati yang ikhlas lebih bernilai di sisi Allah dibandingkan dengan harta banyak  yang diperoleh dengan cara haram.

‎‎Usaha bapak tua ini juga menjadi pengingat untuk dirikita bahwa ikhtiar tidak mengenal usia. Tawakkal kepada Allah bukanlah duduk diam menunggu datangnya pertolongan, melainkan harus terus bergerak, berusaha, dan  menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Pemberi Rezeki. 

‎Kita sering mendengar, sabda Rasulullah tentang Seekor burung yang keluar dari sarangnya di pagi hari lalu kembali di sore hari dalam keadaan kenyang adalah contoh nyata dari hakikat tawakkal. Demikian pula kita sebagai manusia, hendaknya tidak meninggalkan ikhtiar meskipun mungkin usia sudah tidak muda lagi.

‎‎Di balik sosok bapak tua yang hebat itu , ada buah kesabaran yang luar biasa. Tidak peduli Panas, hujan, dan beban hidup  yang tidak menyurutkan langkah kakinya untuk tetap berjualan. Kesabaran dalam menghadapi keterbatasan adalah tanda keteguhan iman. Allah  menjanjikan kabar gembira untuk mereka yang selalu bersabar:

‎‎”Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”
(Qs. Al-Baqarah: 155)

‎Dan di dalam kesabaran itulah tersimpan kekuatan yang membuat seorang Muslim tetap kuat, meskipun segala macam ujian kehidupan terus menimpa.

‎‎Saudara ku pemandangan seperti ini seharusnya juga menjadi cermin untuk  generasi muda. Jika seorang bapak tua saja masih berjuang mencari rezeki dengan cara yang halal, bagaimana mungkin anak muda yang tubuhnya masih kuat justru bermalas-malasan, atau bahkan mencari jalan pintas yang haram?  Lelah karena bekerja mencari yang halal adalah kelelahan yang mendatangkan ampunan Allah, sedangkan kemalasan hanya akan menjadikan sebuah penyesalan.

‎‎Rasulullah juga memperingatkan dengan sabdanya:
“Barangsiapa yang terus-menerus meminta-minta kepada manusia, maka di Hari Kiamat ia akan datang dalam keadaan wajahnya tidak ada dagingnya sama sekali.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

‎‎Hadits ini mengingatkan kita bahwa meminta-minta tanpa kebutuhan yang mendesak adalah kehinaan di dunia sekaligus azab di akhirat. Sebaliknya, bapak tua penjual pisang dan tahu goreng  ini lebih memilih menjaga kehormatan dirinya dengan tetap berusaha mencari nafkah, walaupun dengan cara yang sederhana.


‎‎Penutup

‎‎Gambar sederhana tentang bapak tua penjual pisang dan tahu goreng di sudut SPBU ini bukan sekadar potret sosial, melainkan cermin keteguhan  keimanan yang nyata. Dari sana kita bisa belajar tentang kesungguhan mencari rezeki halal, keteguhan hati dalam bertawakkal, kesabaran dalam menjalani hidup, dan juga teguran bagi mereka yang masih muda agar tidak bermalas-malasan.

‎‎Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang selalu ikhlas dalam berusaha, bersabar dalam menghadapi setiap ujian, serta selalu menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah.

‎‎* Foto ini saya ambil dari dalam mobil ketika akan safar ke Surabaya, sengaja dijadikan model kartun untuk menjaga privasi beliau.