Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri: Meneguhkan Peran Dakwah dan Gerakan Sosial untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri: Meneguhkan Peran Dakwah dan Gerakan Sosial untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai acara puncak dari seluruh rangkaian peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah, pada Ahad (14/12/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Ki Bagus Hadi Kusumo dan Aula Lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, dengan dihadiri ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

Resepsi Milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini dihadiri oleh jajaran PDM Kota Kediri, seluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), PCM dan PRM se-Kota Kediri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah beserta PCA dan PRA nya, dan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di Kota Kediri.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, yang menambah nuansa nasionalisme dan kebanggaan terhadap persyarikatan.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Kediri H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah sangat relevan dengan jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang tidak hanya bergerak dalam dakwah Islam, tetapi juga aktif dalam bidang sosial, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Foto oleh Joko Darmono

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qashash ayat 77 yang menekankan keseimbangan antara orientasi akhirat dan tanggung jawab dunia, serta pentingnya berbuat kebaikan dan menjauhi kerusakan. Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bagi Muhammadiyah untuk terus berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Momentum Milad ini mari kita jadikan sebagai tonggak untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas dakwah, serta terus memajukan kesejahteraan bangsa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PDM Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Kediri ini.

Foto oleh Joko Darmono

Resepsi Milad semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan AMM. Dalam kajian bertajuk “Peran Kader Muhammadiyah dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, ia mengajak seluruh kader untuk terus berperan aktif, adaptif dan solutif dalam menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan umat.

Foto oleh Joko Darmono

Ketahui lebih dalam kajian nya di video berikut:

Video oleh Islah Alyaubi

Sebagai penutup, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba-lomba Milad ke-113 Muhammadiyah yang telah diselenggarakan sebelumnya, menambah semarak dan kebahagiaan seluruh peserta.

Foto oleh Joko Darmono

Dengan suasana aula GDM yang representatif dan nyaman, Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri menjadi peneguh komitmen bersama untuk terus menggerakkan dakwah berkemajuan dan memperluas kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa. (mLs)

Menanam Iman Sejak Dini, Festival Anak Sholeh Muhammadiyah Kota Kediri Cetak Generasi Islam Unggul dan Berprestasi

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Festival Anak Sholeh sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, Rabu (10/12/2025), dan diikuti oleh ratusan anak dari berbagai sekolah di Kota Kediri.

Festival ini diikuti oleh murid-murid dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah umum. Sejak pagi hari, suasana GDM tampak semarak karena hampir seluruh ruangan digunakan untuk menyelenggarakan berbagai perlombaan keagamaan yang menjadi agenda utama Festival Anak Sholeh.

Foto oleh Panitia

Beragam lomba digelar dalam kegiatan ini, di antaranya Lomba Hafidz Al-Qur’an Juz 30, Lomba Da’i Cilik, Lomba Kaligrafi dan Lomba Adzan. Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah bakat, menyalurkan kemampuan, serta mendorong prestasi anak-anak di bidang keagamaan Islam sejak usia dini.

Foto dan Video oleh Panitia

Proses penilaian dilakukan oleh juri-juri berkompeten, yang sebagian besar merupakan pengurus Majelis Tabligh PDM Kota Kediri di bawah kepemimpinan Ustadz Gunardi el Banjary. Penilaian setiap lomba dilakukan secara objektif dengan kriteria yang jelas dan terukur.

Pada Lomba Hafidz Al-Qur’an Juz 30, peserta dinilai berdasarkan makhraj dan tajwid, kelancaran serta ketepatan hafalan, fashahah, irama atau lagu (qira’ah), serta adab dan etika saat tampil. Lomba Da’i Cilik menitikberatkan pada penguasaan materi, teknik penyampaian, adab dan penampilan, manajemen waktu, serta kemampuan vokal dan penguasaan panggung.

Sementara itu Lomba Kaligrafi dinilai dari aspek kerapihan, keindahan dan estetika, kesesuaian kaidah penulisan, paduan warna, serta kreativitas. Adapun Lomba Adzan dinilai dari makhraj dan tajwid, irama dan kualitas suara, penjiwaan, serta adab dan kerapihan peserta.

Foto oleh Panitia

Panitia menyampaikan bahwa Festival Anak Sholeh ini bertujuan untuk mengasah bakat, menyalurkan kemampuan, dan meraih prestasi di bidang keagamaan Islam, sekaligus mencari bibit-bibit unggul yang diharapkan menjadi generasi penerus dakwah Islam berkemajuan.

“Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, membangun karakter anak yang religius, percaya diri dan berprestasi.”

Bagi beberapa peserta terbaik panitia menyiapkan sertifikat, trofi, dan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, didukung suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah yang representatif dan nyaman.

Melalui Festival Anak Sholeh ini PDM Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Sejalan dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, pembinaan keagamaan sejak dini dipandang sebagai fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul bagi masa depan bangsa yang lebih baik. (mLs)