
Merawat Asa Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Lazismu Kota Kediri Salurkan Apresiasi Lewat Program Bakti Guru
KEDIRI — Di tengah deru roda zaman dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, denyut nadi sekolah-sekolah swasta sering kali bertumpu pada ketulusan para guru honorer dan tenaga kependidikan non-sertifikasi. Mereka adalah garda terdepan yang merawat akal budi generasi bangsa dengan honorarium yang kerap kali jauh dari kata ideal. Menyadari realitas tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Kediri kembali meneguhkan komitmennya dalam membumikan filantropi Islam melalui perhelatan “Pentasyarufan Bakti Guru”.
Acara yang sarat dengan nuansa kehangatan dan solidaritas kemanusiaan ini dilangsungkan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, Jalan Urip Sumoharjo No. 152, Ngronggo, Kota Kediri, pada Sabtu (4/10/2025). Di bawah langit Kota Kediri yang cerah dan bersahabat, ruangan yang nyaman di lantai gedung dakwah tersebut dipadati oleh serratus lebih wajah dengan senyum syukur dari para pendidik.
Sebanyak 107 orang peserta yang terdiri dari guru dan karyawan non-sertifikasi—mulai dari jenjang Taman Kanak-Kadar Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah se-Kota Kediri—hadir sebagai penerima manfaat utama. Program ini dirancang bukan sekadar ritual seremonial pembagian bantuan, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk merawat marwah dan martabat profesi keguruan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).


Ketua Lazismu Daerah Kota Kediri, Nur Ahmad Syaifudin, didampingi oleh sekretaris, M. Sholeh Nugroho dan seluruh anggota, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Bakti Guru merupakan salah satu pilar pentasyarufan utama yang menjadi fokus lembaganya. Menurutnya, dana umat yang dihimpun harus dikembalikan secara tepat sasaran kepada mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun kerap luput dari perhatian struktural yang memadai.
“Bakti Guru adalah salah satu bentuk nyata dari pentasyarufan yang ada di Lazismu. Ini adalah wujud apresiasi dan penghormatan tulus Lazismu kepada para guru kita. Kali ini, apresiasi tersebut kami wujudkan dalam bentuk penyaluran paket sembako. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban harian serta bermanfaat secara langsung untuk keluarga di rumah.”
Secara konseptual, program Bakti Guru Lazismu memang memegang misi yang sangat komprehensif. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan lokal, loyalitas, masa pengabdian, kreativitas, hingga profesionalisme kerja. Lebih dari itu, program ini juga berfungsi sebagai instrumen penguatan kemandirian pendidikan melalui tradisi filantropi Islam, yang mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan jaringan kedermawanan sosial.




Sementara itu, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri yang hadir dalam kesempatan tersebut, Drs. Nyoto Pujiadi, memberikan pandangan filosofis sekaligus penyemangat bagi para guru yang hadir. Ia mengingatkan bahwa pengabdian di lembaga pendidikan Muhammadiyah bukan hanya mencari profesi, melainkan bagian dari jalan dakwah amar makruf nahi mungkar yang bernilai ibadah.
“Guru-guru di Muhammadiyah adalah pilar peradaban. Tantangan ekonomi tentu ada, namun ketulusan niat beribadah akan melahirkan energi batin yang luar biasa. Semoga program ini tidak hanya dilihat dari besar kecilnya bentuk fisik bantuan, melainkan bisa menyemangati guru-guru kita agar semakin istiqomah dan bersemangat dalam mengabdi di lingkungan Muhammadiyah.”


Melalui sinergi antara gerakan filantropi Lazismu dan dedikasi tanpa batas para pendidik, acara pentasyarufan ini ditutup dengan senyum kelegaan dan harapan yang baik. Di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri hari itu, sebuah pesan kuat kembali bergema: bahwa negara, lembaga dan masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, dan bahwa kesejahteraan guru adalah tanggung jawab bersama demi tercapainya kualitas pendidikan bangsa yang berkemajuan.