Agenda Bimbingan Teknis SatuMu: Persekutuan Pendaftaran E‑KTAM, Pengelolaan DOM & Aktivasi Rekening Organisasi

Agenda Bimbingan Teknis SatuMu: Persekutuan Pendaftaran E‑KTAM, Pengelolaan DOM & Aktivasi Rekening Organisasi

Ahad, 30 Agustus 2026 | Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri

Kota Kediri — Dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi dan mempermudah layanan administratif bagi seluruh jenjang kepengurusan, Muhammadiyah Kota Kediri menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis (Bimtek) SatuMu pada Ahad, 30 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting Muhammadiyah, serta agen dan verifikator dari tingkat ranting hingga daerah ini menghadirkan fokus utama pada Persekutuan Pendaftaran E‑KTAM, Pengelolaan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), dan Aktivasi Rekening Organisasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, KH. Ahmad Khoirudin, M.Pd.I. Dalam sambutannya, KH. Ahmad menegaskan pentingnya modernisasi administrasi organisasi untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kelancaran pelayanan kepada jamaah serta masyarakat luas. “Digitalisasi bukan sekadar mengubah proses, tetapi memperkuat komitmen kita terhadap tata kelola yang profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Fokus Bimtek
E‑KTAM (Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah): Sesi ini membahas tata cara pendaftaran anggota secara elektronik, verifikasi data, serta manfaat penggunaan E‑KTAM untuk mempermudah identifikasi dan layanan anggota di semua jenjang.

Persekutuan Pendaftaran: Diskusi dan praktik terkait mekanisme persekutuan pendaftaran antar ranting, cabang, dan daerah untuk memastikan data anggota terintegrasi dan sinkron antar level organisasi.

Pengelolaan DOM (Direktori Organisasi Muhammadiyah): Pelatihan penggunaan DOM sebagai basis data terpusat organisasi—cara memasukkan, memperbarui, dan memanfaatkan data organisasi untuk komunikasi, perencanaan program, serta pelaporan.

Aktivasi Rekening Organisasi: Panduan praktis aktivasi dan pengelolaan rekening organisasi, termasuk langkah-langkah administratif, keamanan transaksi, serta mekanisme pelaporan keuangan yang sesuai aturan Muhammadiyah.

Peserta dan Peranannya
Bimtek ini mengundang pimpinan dari tingkat daerah, cabang, dan ranting, serta agen dan verifikator yang bertugas memastikan kualitas data di lapangan. Kehadiran lintas jenjang tersebut dimaksudkan untuk menjamin transfer pengetahuan yang utuh: kebijakan dan prosedur disampaikan di tingkat pusat/daerah, sementara praktik dan verifikasi diterapkan langsung di tingkat ranting.

Pelaksanaan dan Metodologi
Acara berlangsung seharian dengan kombinasi sesi presentasi, demo langsung sistem, studi kasus, dan praktik di computer corner. Tim SatuMu Wilayah Jawa Timur mendampingi seluruh rangkaian kegiatan, memberikan asistensi teknis, serta membuka sesi tanya jawab intensif agar setiap peserta pulang dengan kompetensi operasional yang jelas.

Dampak yang Diharapkan
Dengan terimplementasinya E‑KTAM, DOM, dan aktivasi rekening yang benar, Muhammadiyah berharap:

Data anggota dan struktur organisasi lebih rapi, terintegrasi, dan mudah diakses untuk keperluan program.

Proses administrasi lebih cepat dan transparan, menurunkan risiko kesalahan dan duplikasi data.

Keuangan organisasi dikelola lebih aman dan akuntabel, mendukung pelaporan dan audit internal.

Agen dan verifikator ranting memiliki kapasitas teknis untuk menjaga kualitas data di level akar rumput.

Bimbingan Teknis SatuMu di Kota Kediri bukan sekadar pelatihan teknis; ia adalah langkah strategis memperkuat fondasi administrasi Muhammadiyah di era digital. Dengan komitmen pimpinan, dukungan tim wilayah, dan kesiapan agen serta verifikator di lapangan, transformasi ini diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan organisasi kepada umat dan masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut dan materi pelatihan, peserta dapat menghubungi Tim SatuMu Wilayah Jawa Timur atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri.(Dana,260831)

Muhammadiyah Kota Kediri Percepat Transformasi Digital Lewat Program SatuMU

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Rapat Koordinasi Program Satu Data Muhammadiyah (SatuMU) pada Jum’at malam (17/4/2026), bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat transformasi digital organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris PDM Kota Kediri, jajaran Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID), Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM), agen dan verifikator SatuMU tingkat daerah, serta pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Kediri. Suasana rapat berlangsung hangat dan akrab dalam konsep lesehan, menyesuaikan kondisi aula yang telah dipersiapkan untuk agenda Halalbihalal.

Ketua PDM Kota Kediri, H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. menjelaskan bahwa SatuMU merupakan platform digital terpadu yang dirancang untuk mengintegrasikan data dan layanan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Muhammadiyah dalam membangun sistem tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan akurat melalui konsep “Satu Data Muhammadiyah”.

Menurutnya keberadaan database organisasi akan sangat penting sebagai dasar dalam melihat potensi kekuatan Muhammadiyah dan menentukan arah gerak organisasi di masa mendatang. Melalui sistem ini data anggota, organisasi, amal usaha, hingga identitas anggota berbasis e-KTAM dapat dikelola secara terintegrasi.

Sementara itu Sekretaris PDM Kota Kediri, Ir. Dwi Hari Winarno, Sp. SPDA. menambahkan bahwa selain untuk pengelolaan database, program SatuMU juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan iuran/infak warga Muhammadiyah secara lebih tertata dan transparan. Dana tersebut nantinya diharapkan mampu mendukung pergerakan organisasi mulai tingkat pusat hingga daerah, cabang dan ranting.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program SatuMU di Kota Kediri membutuhkan kesiapan sumber daya manusia di tingkat cabang dan ranting. Karena itu, seluruh PCM dan PRM diminta segera menetapkan pengurus yang akan bertugas sebagai agen dan verifikator sebelum pelaksanaan bimbingan teknis (BimTek) dari PWM Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Agen SatuMU PDM Kota Kediri, Nanang Widianto, memaparkan penjelasan teknis mengenai sistem SatuMU melalui tayangan video dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa agen SatuMU berperan sebagai operator digital yang membantu pengelolaan data organisasi dan layanan administrasi anggota secara online, sedangkan verifikator bertugas memastikan validitas dan ketepatan data yang masuk ke dalam sistem.

Anggota MPID Kota Kediri, Muhammad Luthfi, turut memberikan masukan terkait kriteria agen dan verifikator yang ideal. Menurutnya, agen sebaiknya berasal dari unsur yang cukup memahami teknologi digital dan mampu mengoperasikan aplikasi dengan baik, sedangkan verifikator lebih tepat diisi oleh sosok yang memahami kondisi wilayah dan masyarakat di domisilinya karena tugasnya berkaitan dengan validasi lapangan. Rapat koordinasi berlangsung dengan lancar dalam suasana malam yang nyaman dan penuh antusiasme. Melalui program SatuMU, Muhammadiyah Kota Kediri berharap mampu memperkuat sistem administrasi dan tata kelola organisasi berbasis digital sebagai bagian dari upaya menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi modern. (mLs)