Trenggalek — Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar kegiatan Bakti Sosial di Rest Area Bukit Salam, kawasan hutan Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 orang yang tergabung dalam berbagai unsur Muhammadiyah Kota Kediri, yakni para anggota PDM, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB), Lembaga Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSM-AD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Hizbul Wathan (HW).









Foto oleh Panitia
Dalam bakti sosial tersebut, tim Muhammadiyah membagikan bantuan sosial berupa pakaian layak pakai dan peralatan rumah tangga, serta makanan dan minuman kepada masyarakat yang singgah dan melintas di kawasan Rest Area Bukit Salam. Sasaran penerima manfaat adalah masyarakat umum yang sedang melakukan perjalanan melalui jalur Watulimo menuju berbagai daerah tujuan. Puluhan warga tampak antusias menerima bantuan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, dengan dukungan cuaca yang bersahabat.
Panitia kegiatan menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata implementasi tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan manfaat langsung. Inilah dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata—yang mudah diterima dan dirasakan oleh masyarakat.”












Foto oleh Panitia
Pemilihan Rest Area Bukit Salam Watulimo sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Kawasan ini merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang ekonomi yang berkembang sebagai simbol kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Trenggalek. Berawal dari gagasan tujuh tokoh penggerak Muhammadiyah Watulimo, Bukit Salam kini menjadi ruang ekonomi umat yang berbasis nilai Islam, inklusif, dan berkelanjutan.
Saat ini lebih dari 25 pelaku UMKM aktif menjalankan usaha di kawasan Bukit Salam, mulai dari kuliner lokal, kerajinan tangan, produk herbal dan pertanian organik, hingga wisata edukatif. Aktivitas ekonomi tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga disertai pembinaan spiritual, etika berdagang dan semangat berkolaborasi.
Kehadiran PDM Kota Kediri dalam kegiatan bakti sosial di Bukit Salam sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan dan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi umat dan pelayanan sosial yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah ini, PDM Kota Kediri berharap nilai-nilai kepedulian, kemandirian dan kebermanfaatan sosial semakin mengakar, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dakwah dapat diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan bangsa. (mLs)
