Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri: Meneguhkan Peran Dakwah dan Gerakan Sosial untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri: Meneguhkan Peran Dakwah dan Gerakan Sosial untuk Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai acara puncak dari seluruh rangkaian peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah, pada Ahad (14/12/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat di Aula Ki Bagus Hadi Kusumo dan Aula Lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, dengan dihadiri ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

Resepsi Milad yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini dihadiri oleh jajaran PDM Kota Kediri, seluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Organisasi Otonom (Ortom), PCM dan PRM se-Kota Kediri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah beserta PCA dan PRA nya, dan seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di Kota Kediri.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, yang menambah nuansa nasionalisme dan kebanggaan terhadap persyarikatan.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Kediri H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. menegaskan bahwa tema Milad ke-113 Muhammadiyah sangat relevan dengan jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang tidak hanya bergerak dalam dakwah Islam, tetapi juga aktif dalam bidang sosial, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Foto oleh Joko Darmono

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qashash ayat 77 yang menekankan keseimbangan antara orientasi akhirat dan tanggung jawab dunia, serta pentingnya berbuat kebaikan dan menjauhi kerusakan. Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bagi Muhammadiyah untuk terus berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Momentum Milad ini mari kita jadikan sebagai tonggak untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas dakwah, serta terus memajukan kesejahteraan bangsa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PDM Kota Kediri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras mensukseskan seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Kediri ini.

Foto oleh Joko Darmono

Resepsi Milad semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan AMM. Dalam kajian bertajuk “Peran Kader Muhammadiyah dalam Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, ia mengajak seluruh kader untuk terus berperan aktif, adaptif dan solutif dalam menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan umat.

Foto oleh Joko Darmono

Ketahui lebih dalam kajian nya di video berikut:

Video oleh Islah Alyaubi

Sebagai penutup, panitia juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba-lomba Milad ke-113 Muhammadiyah yang telah diselenggarakan sebelumnya, menambah semarak dan kebahagiaan seluruh peserta.

Foto oleh Joko Darmono

Dengan suasana aula GDM yang representatif dan nyaman, Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri menjadi peneguh komitmen bersama untuk terus menggerakkan dakwah berkemajuan dan memperluas kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa. (mLs)

Menanam Iman Sejak Dini, Festival Anak Sholeh Muhammadiyah Kota Kediri Cetak Generasi Islam Unggul dan Berprestasi

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Festival Anak Sholeh sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri, Rabu (10/12/2025), dan diikuti oleh ratusan anak dari berbagai sekolah di Kota Kediri.

Festival ini diikuti oleh murid-murid dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah umum. Sejak pagi hari, suasana GDM tampak semarak karena hampir seluruh ruangan digunakan untuk menyelenggarakan berbagai perlombaan keagamaan yang menjadi agenda utama Festival Anak Sholeh.

Foto oleh Panitia

Beragam lomba digelar dalam kegiatan ini, di antaranya Lomba Hafidz Al-Qur’an Juz 30, Lomba Da’i Cilik, Lomba Kaligrafi dan Lomba Adzan. Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah bakat, menyalurkan kemampuan, serta mendorong prestasi anak-anak di bidang keagamaan Islam sejak usia dini.

Foto dan Video oleh Panitia

Proses penilaian dilakukan oleh juri-juri berkompeten, yang sebagian besar merupakan pengurus Majelis Tabligh PDM Kota Kediri di bawah kepemimpinan Ustadz Gunardi el Banjary. Penilaian setiap lomba dilakukan secara objektif dengan kriteria yang jelas dan terukur.

Pada Lomba Hafidz Al-Qur’an Juz 30, peserta dinilai berdasarkan makhraj dan tajwid, kelancaran serta ketepatan hafalan, fashahah, irama atau lagu (qira’ah), serta adab dan etika saat tampil. Lomba Da’i Cilik menitikberatkan pada penguasaan materi, teknik penyampaian, adab dan penampilan, manajemen waktu, serta kemampuan vokal dan penguasaan panggung.

Sementara itu Lomba Kaligrafi dinilai dari aspek kerapihan, keindahan dan estetika, kesesuaian kaidah penulisan, paduan warna, serta kreativitas. Adapun Lomba Adzan dinilai dari makhraj dan tajwid, irama dan kualitas suara, penjiwaan, serta adab dan kerapihan peserta.

Foto oleh Panitia

Panitia menyampaikan bahwa Festival Anak Sholeh ini bertujuan untuk mengasah bakat, menyalurkan kemampuan, dan meraih prestasi di bidang keagamaan Islam, sekaligus mencari bibit-bibit unggul yang diharapkan menjadi generasi penerus dakwah Islam berkemajuan.

“Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, membangun karakter anak yang religius, percaya diri dan berprestasi.”

Bagi beberapa peserta terbaik panitia menyiapkan sertifikat, trofi, dan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, didukung suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah yang representatif dan nyaman.

Melalui Festival Anak Sholeh ini PDM Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Sejalan dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, pembinaan keagamaan sejak dini dipandang sebagai fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul bagi masa depan bangsa yang lebih baik. (mLs)

Dakwah Melintasi Zaman: Turnamen E-Sport Mobile Legends Jadi Wadah Prestasi Pelajar di Milad ke-113 Muhammadiyah

Kediri — Semangat dakwah yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman ditunjukkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri melalui Turnamen E-Sport Mobile Legends tingkat pelajar SMP dan SMA, yang digelar di SMA Muhammadiyah Kota Kediri, Sabtu (29/11/2025).

Turnamen ini diikuti puluhan pelajar dari sekolah-sekolah Muhammadiyah maupun sekolah umum di Kota Kediri dan sekitarnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah, yang tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga ruang aktualisasi minat dan bakat generasi muda di bidang digital.

Panitia menyampaikan bahwa turnamen e-sport ini bertujuan untuk menyalurkan kemampuan, mendorong prestasi, serta mencari bibit-bibit unggul di bidang olahraga elektronik (e-sport). Melalui ajang ini, Muhammadiyah ingin memberikan wadah yang positif, terarah, dan edukatif bagi pelajar agar bakat bermain gim dapat berkembang secara sehat dan berprestasi.

“Ini adalah bagian dari upaya dakwah yang melintasi zaman, di mana Muhammadiyah hadir di ruang-ruang yang dekat dengan dunia pelajar, sekaligus mengarahkan mereka pada kompetisi yang sportif dan bernilai positif.”

Foto oleh Joko Darmono

Selama turnamen berlangsung, para peserta bertanding secara kompetitif dan sportif dengan pengawasan juri-juri yang berkompeten. Penilaian dilakukan berdasarkan strategi permainan, kerja sama tim, serta etika bertanding. Suasana pertandingan berlangsung meriah namun tetap tertib, didukung oleh kondisi ruang sekolah yang nyaman dan kondusif.

Foto oleh Joko Darmono

Bagi para pemenang, panitia telah menyiapkan sertifikat, trofi, serta total hadiah jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Penghargaan tersebut diharapkan mampu memotivasi pelajar untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai jalan prestasi.

Melalui turnamen e-sport Mobile Legends ini, PDM Kota Kediri menegaskan bahwa Muhammadiyah terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar, tetapi juga hadir dalam dunia digital dan kreativitas generasi muda, sebagai bagian dari upaya mencetak pelajar yang berprestasi, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (mLs)

Dakwah Tanpa Mimbar: Kirab Milad ke-113 Muhammadiyah Kota Kediri Gaungkan Semangat Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Kediri — Pengurus dan simpatisan Muhammadiyah Kota Kediri tumpah ruah mengikuti Kirab Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini menjadi sarana dakwah kreatif dan sosialisasi Muhammadiyah kepada masyarakat luas.

Foto oleh Joko Darmono

Kirab dimulai dari Komplek Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri pada pagi hari dengan cuaca cerah yang mendukung jalannya kegiatan. Peserta kirab berasal dari berbagai unsur persyarikatan, mulai dari PDM Kota Kediri, seluruh Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari majelis dan lembaga, hingga seluruh organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah di Kota Kediri turut ambil bagian, yaitu Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Kota Kediri. Tidak kalah semarak, seluruh guru dan murid dari sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai TK ABA 1 hingga 10, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, hingga SMK Muhammadiyah 1 dan 2—ikut memeriahkan kirab tersebut, dan begitu pula seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya yang di Kota Kediri.

Rute kirab menempuh perjalanan dari Komplek Perguruan Muhammadiyah, melewati Jalan Penanggungan ke arah selatan, masuk Gang 2 Bandar Lor, tembus ke Jalan KH. Wachid Hasyim, kemudian bergerak ke utara hingga Pasar Bandar Lor dan Polresta Kediri. Rombongan selanjutnya melewati Taman Sekartaji, masuk ke Jalan Veteran terus bergerak ke barat hingga perempatan Veteran, lalu berbelok ke selatan untuk kembali ke titik awal di Komplek Perguruan Muhammadiyah.

Foto oleh Joko Darmono

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan kirab ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus sebagai bentuk dakwah tanpa mimbar. Melalui kirab, Muhammadiyah Kota Kediri ingin lebih dekat dengan masyarakat, memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan, serta menunjukkan kontribusi nyata Muhammadiyah dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebangsaan.

Sepanjang kirab, masing-masing kelompok peserta tampil kreatif dengan mengenakan berbagai atribut, kostum tematik, serta menghias kendaraan mereka dengan beragam ornamen menarik. Keunikan dan kekompakan setiap kelompok dinilai oleh panitia untuk menentukan peserta terbaik.

Setelah kirab selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan bakat dan kemampuan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah yang menampilkan berbagai kesenian sebagai hiburan bagi peserta dan masyarakat. Di akhir kegiatan, panitia langsung mengumumkan kelompok-kelompok pemenang kirab terbaik, disambut antusias oleh seluruh peserta.

Foto oleh Joko Darmono

Melalui kegiatan ini, PDM Kota Kediri menegaskan bahwa peringatan Milad Muhammadiyah bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi media dakwah yang membumi dan menyenangkan. Sejalan dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, kirab ini menjadi simbol gerakan Muhammadiyah yang terus hadir di tengah masyarakat, menyebarkan pesan kebaikan, persatuan dan kemajuan dengan cara yang kreatif dan inklusif. (mLs)

Asah Bakat dan Kreativitas, Lomba Menyanyi Solo Meriahkan Milad ke 113 Muhammadiyah di Kota Kediri

Kediri — Semangat kreativitas dan kebersamaan mewarnai Lomba Menyanyi Solo yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Local Education Center (LEC), Komplek Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri, Rabu (26/11/2025).

Lomba tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari warga Muhammadiyah, masyarakat umum Kota Kediri, serta murid-murid sekolah Muhammadiyah. Beragam usia dan latar belakang peserta menambah warna tersendiri dalam ajang yang bertujuan menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Foto oleh Joko Darmono

Panitia menyampaikan bahwa lomba menyanyi solo ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kota Kediri. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengasah bakat, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menyalurkan kemampuan seni vokal peserta secara positif dan kompetitif.

“Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang ekspresi bagi warga dan generasi muda, sekaligus menegaskan bahwa Muhammadiyah mendorong pengembangan potensi manusia secara utuh, termasuk di bidang seni dan kreativitas”.

Foto oleh Joko Darmono

Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan membawakan lagu-lagu pilihan di hadapan juri-juri yang berkompeten. Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan teknik vokal, penghayatan dan penampilan. Suasana lomba berlangsung meriah namun tetap tertib, didukung oleh kondisi gedung yang nyaman dan kondusif.

Bagi peserta terbaik, panitia menyiapkan sertifikat, trofi, dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan usaha yang telah ditunjukkan. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan bakat dan potensi diri.

Melalui kegiatan lomba menyanyi solo ini, PDM Kota Kediri menegaskan bahwa peringatan Milad Muhammadiyah tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aktivitas yang membangun kreativitas, kebersamaan, dan kesejahteraan non materi masyarakat. Sejalan dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, pengembangan bakat dan potensi generasi muda dipandang sebagai bagian penting dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing yang tinggi. (mLs)

Usung Tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Apel Milad ke-113 Muhammadiyah Satukan Elemen Persyarikatan di Kota Kediri

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Apel Milad ke-113 Muhammadiyah di Lapangan SMP Muhammadiyah Kota Kediri, Selasa (18/11/2025). Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, apel ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan semangat berkemajuan seluruh elemen Muhammadiyah di Kota Kediri.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Perguruan Muhammadiyah Kota Kediri tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur persyarikatan. Hadir jajaran PDM, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) yang terdiri dari berbagai Majelis dan Lembaga, tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)—PCM Kota, PCM Mojoroto, dan PCM Pesantren—serta seluruh organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Organisasi otonom yang turut ambil bagian antara lain Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Kediri, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), serta Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), serta seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang di Kota Kediri.

Selain itu seluruh guru dan siswa dari sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Kota Kediri—turut ikut serta memeriahkan apel Milad ini.

Foto oleh Joko Darmono

Apel dipimpin langsung oleh Ketua PDM Kota Kediri, H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I., yang bertindak sebagai inspektur apel, dengan Ramanda Paijan dari HW sebagai komandan apel. Rangkaian apel berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, sambutan inspektur apel, hingga penutupan.

Foto oleh Joko Darmono

Dalam sambutannya Ketua PDM menegaskan bahwa tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata bagi seluruh elemen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Muhammadiyah Kota Kediri harus terus memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat. Seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kader, dan organisasi otonom diharapkan semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan zaman.

“Di usia ke-113 tahun ini, Muhammadiyah dituntut untuk terus hadir memberikan solusi, memajukan kesejahteraan bangsa melalui kerja nyata, serta menjaga komitmen dakwah Islam berkemajuan yang rahmatan lil ‘alamin”.

Foto oleh Joko Darmono

Apel Milad ke-113 Muhammadiyah berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, cuaca yang bersahabat semakin menambah kekhidmatan acara, menjadikan apel ini sebagai simbol kesiapan Muhammadiyah Kota Kediri untuk terus bergerak maju dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. (mLs)

Semangat Memajukan Kesejahteraan Bangsa: Muhammadiyah Kota Kediri Wujudkan Aksi Sosial di Bukit Salam

Trenggalek — Dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar kegiatan Bakti Sosial di Rest Area Bukit Salam, kawasan hutan Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/11/2025).

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 orang yang tergabung dalam berbagai unsur Muhammadiyah Kota Kediri, yakni para anggota PDM, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB), Lembaga Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan (RSM-AD), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta Hizbul Wathan (HW).

Foto oleh Panitia

Dalam bakti sosial tersebut, tim Muhammadiyah membagikan bantuan sosial berupa pakaian layak pakai dan peralatan rumah tangga, serta makanan dan minuman kepada masyarakat yang singgah dan melintas di kawasan Rest Area Bukit Salam. Sasaran penerima manfaat adalah masyarakat umum yang sedang melakukan perjalanan melalui jalur Watulimo menuju berbagai daerah tujuan. Puluhan warga tampak antusias menerima bantuan dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, dengan dukungan cuaca yang bersahabat.

Panitia kegiatan menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata implementasi tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan manfaat langsung. Inilah dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata—yang mudah diterima dan dirasakan oleh masyarakat.”

Foto oleh Panitia

Pemilihan Rest Area Bukit Salam Watulimo sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Kawasan ini merupakan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang ekonomi yang berkembang sebagai simbol kebangkitan ekonomi umat di Kabupaten Trenggalek. Berawal dari gagasan tujuh tokoh penggerak Muhammadiyah Watulimo, Bukit Salam kini menjadi ruang ekonomi umat yang berbasis nilai Islam, inklusif, dan berkelanjutan.

Saat ini lebih dari 25 pelaku UMKM aktif menjalankan usaha di kawasan Bukit Salam, mulai dari kuliner lokal, kerajinan tangan, produk herbal dan pertanian organik, hingga wisata edukatif. Aktivitas ekonomi tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga disertai pembinaan spiritual, etika berdagang dan semangat berkolaborasi.

Kehadiran PDM Kota Kediri dalam kegiatan bakti sosial di Bukit Salam sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan dan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi umat dan pelayanan sosial yang berkelanjutan.

Melalui rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah ini, PDM Kota Kediri berharap nilai-nilai kepedulian, kemandirian dan kebermanfaatan sosial semakin mengakar, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dakwah dapat diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan umat dan bangsa. (mLs)