Muhammadiyah Kota Kediri Percepat Transformasi Digital Lewat Program SatuMU

Kediri — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri menggelar Rapat Koordinasi Program Satu Data Muhammadiyah (SatuMU) pada Jum’at malam (17/4/2026), bertempat di Aula Lantai 1 Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat transformasi digital organisasi Muhammadiyah di tingkat daerah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Ketua dan Sekretaris PDM Kota Kediri, jajaran Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID), Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM), agen dan verifikator SatuMU tingkat daerah, serta pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Kediri. Suasana rapat berlangsung hangat dan akrab dalam konsep lesehan, menyesuaikan kondisi aula yang telah dipersiapkan untuk agenda Halalbihalal.

Ketua PDM Kota Kediri, H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. menjelaskan bahwa SatuMU merupakan platform digital terpadu yang dirancang untuk mengintegrasikan data dan layanan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Muhammadiyah dalam membangun sistem tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan akurat melalui konsep “Satu Data Muhammadiyah”.

Menurutnya keberadaan database organisasi akan sangat penting sebagai dasar dalam melihat potensi kekuatan Muhammadiyah dan menentukan arah gerak organisasi di masa mendatang. Melalui sistem ini data anggota, organisasi, amal usaha, hingga identitas anggota berbasis e-KTAM dapat dikelola secara terintegrasi.

Sementara itu Sekretaris PDM Kota Kediri, Ir. Dwi Hari Winarno, Sp. SPDA. menambahkan bahwa selain untuk pengelolaan database, program SatuMU juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan iuran/infak warga Muhammadiyah secara lebih tertata dan transparan. Dana tersebut nantinya diharapkan mampu mendukung pergerakan organisasi mulai tingkat pusat hingga daerah, cabang dan ranting.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program SatuMU di Kota Kediri membutuhkan kesiapan sumber daya manusia di tingkat cabang dan ranting. Karena itu, seluruh PCM dan PRM diminta segera menetapkan pengurus yang akan bertugas sebagai agen dan verifikator sebelum pelaksanaan bimbingan teknis (BimTek) dari PWM Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Agen SatuMU PDM Kota Kediri, Nanang Widianto, memaparkan penjelasan teknis mengenai sistem SatuMU melalui tayangan video dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa agen SatuMU berperan sebagai operator digital yang membantu pengelolaan data organisasi dan layanan administrasi anggota secara online, sedangkan verifikator bertugas memastikan validitas dan ketepatan data yang masuk ke dalam sistem.

Anggota MPID Kota Kediri, Muhammad Luthfi, turut memberikan masukan terkait kriteria agen dan verifikator yang ideal. Menurutnya, agen sebaiknya berasal dari unsur yang cukup memahami teknologi digital dan mampu mengoperasikan aplikasi dengan baik, sedangkan verifikator lebih tepat diisi oleh sosok yang memahami kondisi wilayah dan masyarakat di domisilinya karena tugasnya berkaitan dengan validasi lapangan. Rapat koordinasi berlangsung dengan lancar dalam suasana malam yang nyaman dan penuh antusiasme. Melalui program SatuMU, Muhammadiyah Kota Kediri berharap mampu memperkuat sistem administrasi dan tata kelola organisasi berbasis digital sebagai bagian dari upaya menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi modern. (mLs)

Leave Comments