Ratusan Warga Muhammadiyah Padati GDM Kota Kediri, Pesan Silaturrahim Jadi Sorotan dalam Halalbihalal 1447 H

Ratusan Warga Muhammadiyah Padati GDM Kota Kediri, Pesan Silaturrahim Jadi Sorotan dalam Halalbihalal 1447 H

Kediri — Antusiasme tinggi warga Muhammadiyah Kota Kediri terlihat dalam kegiatan Halalbihalal 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri yang digelar pada Ahad (19/4/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kota Kediri. Sekitar 700 peserta hadir memenuhi Aula Utama Ki Bagus Hadikusumo di lantai 2 serta Aula lantai 1 GDM hingga hampir tidak mampu menampung seluruh jamaah yang datang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran PDM Kota Kediri, Majelis dan Lembaga, seluruh PCM dan PRM se-Kota Kediri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah beserta cabang dan rantingnya, Organisasi Otonom Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), takmir masjid Muhammadiyah, hingga warga dan simpatisan Muhammadiyah serta masyarakat umum.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya, dilanjutkan sambutan Ketua PDM Kota Kediri, H. Achmad Khoirudin, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga silaturrahim dalam kehidupan organisasi.

Menurutnya hubungan yang baik antar anggota dan pengurus menjadi salah satu kunci penting bagi kemajuan organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga acara dapat berjalan lancar dan sukses.

Puncak kegiatan diisi kajian inti oleh DR. KH. Saad Ibrahim, MA. dengan tema “Silaturrahim Menguatkan Dakwah Muhammadiyah”. Dalam pemaparannya, Saad mengulas peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw di Gua Hira yang menjadi pengalaman spiritual sangat mendalam bagi Rasulullah.

Ia menjelaskan bahwa setelah menerima wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-‘Alaq, Nabi Muhammad Saw mengalami kegelisahan luar biasa hingga menyampaikan kepada Khadijah ra., “Laqad khosyitu ‘ala nafsi”, sebagai ungkapan kekhawatiran atas dirinya. Namun Khadijah memberikan ketenangan dengan meyakinkan bahwa Allah tidak akan menelantarkan Rasulullah, salah satunya karena beliau dikenal sebagai sosok yang gemar menyambung silaturrahim dan membantu sesama.

Saad juga menjelaskan makna silaturrahim yang tidak hanya dimaknai sebagai hubungan sosial biasa, tetapi juga mengandung nilai perlindungan, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Menurutnya, hakikat silaturrahim bukan hanya pertemuan fisik, melainkan hadirnya keterikatan batin yang diwujudkan melalui tindakan nyata membantu orang lain.

“Yang lebih penting bukan hanya bertemu secara fisik, tetapi hadirnya empati di dalam hati. Ketika ada orang yang lapar atau mengalami kesulitan, maka kita harus bergerak membantu. Itulah hakikat silaturrahim yang sesungguhnya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kajian hingga akhir acara. Sebagai penutup, panitia menyediakan sesi ramah tamah dan konsumsi bagi pengurus serta tamu undangan sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah antar warga Muhammadiyah. Dengan membludaknya jumlah peserta yang hadir, kegiatan Halalbihalal 1447 H ini menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dan silaturrahim warga Muhammadiyah Kota Kediri dalam memperkuat dakwah dan persatuan organisasi. (mLs)

Simak kajian lengkapnya disini:

Dokumentasi :